Tugas ISD Bab 9

Ilmu Pengetauan, Teknologi dan Kemiskinan

Pengertian ilmu pengetahuan, teknologi dan nilai

Ilmu pengetahuan teknologi itu biasanya sering diakitkan dengan nilai atau moral. Penerapan ilmu teknologi biasanya masih kurang memperhatikan dari nilai moral yang ada. Masalah ini kaitannya dengan ilmu pengetahuan dan teknologi ini, menyangkut perdepatan sengit sampai-sampai terjadi adanya dua pemikiran yan gmnenyatakan ilmu bebas nilai dan ilmu tidak bebas nilai.

Jadi arti nilai ini adalah moral yang dikandung dalam suatu ilmu teknologi, apa itu baik untuk kemajuan teknologi atau membuatnya menjadi buruk.

 

Pengertian kemiskinan

Kemiskinan sebagai suatu penyakit sosial ekonomi tidak hanya dialami oleh negara-negara yang sedang berkembang, tetapi juga negara-negara maju, seperti Inggris dan Amerika Serikat. Negara Inggris mengalami kemiskinan di penghujung tahun 1700-an pada era kebangkitan revolusi industri yang muncul di Eropah. Pada masa itu kaum miskin di Inggris berasal dari tenaga-tenaga kerja pabrik yang sebelumnya sebagai petani yang mendapatkan upah rendah, sehingga kemampuan daya belinya juga rendah. Mereka umumnya tinggal di permukiman kumuh yang rawan terhadap penyakit sosial lainnya, seperti prostitusi, kriminalitas, pengangguran.

Kemiskinan lazimnya digambarkan dengan kurangnya pendapatan untuk memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari. Yang biasanya dibawah digaris kemiskinan itu yang tidak dapat mencukupi kebutuhan pokok, seperti pangan, sandang dan papan.

 

Lingkaran Kemiskinan, Masalah TKW Indonesia

Kasus kasus memilukan yang terjadi di Indonesia hampir tiap hari kita baca, kita dengar dan kita tonton. Lingkaran kemiskinan dan masalah TKW Indonesia semakin menyadarkan kita bahwa banyak yang keliru, banyak yang salah. Akan tetapi yang semakin menyedihkan adalah banyak yang mencari kambing hitam, saling menyalahkan dan tidak memberi solusi, memeri contoh dan bekerja memperbaiki dari diri sendiri lewat keteladanan.

Buruh, Pembantu Rumah Tangga, PRT, TKW Oh Malang Nasipmu.

Sebenarnya persoalan ini simple kalau ada kesadaran seluruh warga indonesia, kesadaran pemerintah, dan kesadaran individu. Contoh sederhana : Jika memang anda perduli dengan masalah Kemiskinan khususnya TKW, PRT. Sudahkan kita memperlakukan mereka dengan layak? Sudahkan kita memperlakunan mereka dengan adil : baik banyaknya pekerjaan dan Gaji yang diperoleh.

Kenapa banyak pembantu yang memilih ke luar negeri: karena gaji / pendapatan yang didapat jauh lebih besar dari rata rata gaji pembantu rumah tangga di Indonesia. Bahkan yang menyedihkan penganiayaan pembantu di Indonesia juga sering terjadi, sedikit sekali yang terungkap. Banyak sekali pembantu di Indonesia digaji jauh di bawah UMR. bahkan ada yang dibawah Rp.300rb/ bulan dengan pekerjaan yang segunung. Menyedihkan.

 

Kesimpulan

Pemerintah Indonesia menurut saya telah gagal dalam menangani masalah yang melilit Negara ini. Terbukti dengan banyaknya penelitian atau hasil survey yang dilakukan Negara ini masih memiliki mayoritas penduduk yang miskin.

Dari masalah yang ada diatas, dapat disimpulkan bahwa masalah kemiskinan ini memang harus secepatnya ditanggulangi, karena semakin lama kemiskinan akan semakin banyak, apalagi sangat kurangnya lahan pekerjaan di tanah air sendiri, sampai-sampai mereka mengadu nasib di negeri orang, da itupun tidak pasti semua orang merasakan nikmatnya berkerja di Negara orang, ada yang mendapat keberhasilan dan ada juga yang menerima kegagalan mungkin malah penyiksaan.

Itu semua mereka lakukan karena kurangnya biaya untuk memenuhi kebutuhan keluarganya, karena pekerjaan yang mereka dapat di Negara sendiri memang kurang dari cukup.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s