Tugas Ilmu Budaya Dasar

INTERAKSI SOSIAL ANTARA INDIVIDU DAN KELUARGA

 

 

Disusun Oleh ;

Nama              :           Idham

NPM               :           53410377

Kelas               :           1IA19

 

UNIVERSITAS GUNADARMA

2011

 

 

 

KATA PENGANTAR

 

Puji syukur saya ucapkan ke hadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya kepada saya, sehingga saya bisa menyelesaikan penyusunan makalah Ilmu Budaya Dasar untuk berbagi cerita dengan orang lain atau kepada pembaca. Makalah ini merupakan salah satu dari tugas saya kepada dosen yang bersangkutan (Ilmu Budaya Dasar)

Dalam penyajian materi ,saya lebih menitikberatkan pada konsep hubungan antara individu ,masyarakat ,dan keluarga yang bertujuan agar antara individu ,keluarga ,masyarakat bisa saling berinteraksi secara baik dan menjalin hubungan persaudaraan yang erat.

Akhirnya, saya mengucapkan terima kasih kepada Allah SWT yang telah membimbing saya dalam segala sesuatu demi kesempurnaan makalah ini. Semoga makalah ini membawa manfaat bagi seluruh mahasiswa atau masyarakat banyak dan bagi perkembangan dunia pendidikan pada umumnya.

Demikianlah makalah ini saya buat ,apabila terdapat kesalahan dari makalah ini mohon di maafkan.

                                                                                                Bekasi, April 2011

                                                                                            Penulis

                                                                                            Idham

 

 

 

 

 

DAFTAR ISI

Kata Pengantar

Daftar Isi

  1. Bab I Pendahuluan
    1. Latar Belakang Penulisan Makalah
    2. Tujuan Penulisan Makalah
    3. Sasaran Penulisan Makalah
  2. Bab II Pembahasan (Permasalahan)
    1. Hubungan Individu dengan Keluarga
    2. Dampak negative dan positive yang Ditimbulkan dari hubungan bermasyarakat
  3. Bab III Penutup
    1. Kesimpulan
    2. Saran dan kritik

Daftar Pustaka

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB I

PENDAHULUAN

  1. 1.      Latar Belakang Penulisan

Belakangan ini banyak sekali kasus-kasus yang saya lihat sendiri baik dalam media elektronik, media cetak ataupun yang saya lihat sendiri di kehidupan sehari-hari .Kasusnya adalah kekerasan ,ketidak adilan dalam keluarga ,keterpaksaan akan sesuatu yang ingin dicapai.di dalam suatu keluarga.

  1. 2.      Tujuan Penulisan

Menunjukan bahwa tidak selamanya hidup dengan bergelimang harta kekayaan akan mendapatkan keluarga yang sejahtera ,baik di dunia maupun di akhirat justru menurut saya malah sebaliknya lebih baik hidup dengan keadaan yang sederhana tapi hidup dengan keluarga yang rukun ,tentram ,sejahtera ,dan perhatian kepada setiap keluarganya.

  1. 3.      Sasaran Penulisan
  • Dosen yang bersangkutan
  • Teman-teman mahasiswa khusunya dalam lingkungan Universitas Gunadarma
  • Masyarakat umum

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB II

PEMBAHASAN

  1. 1.      Hubungan Masyarakat Sosial dengan individu dan keluarga

Masyarakat (society) adalah sekelompok manusia yang membentuk sebuah sistem dimana sebagian besar interaksinya adalah antara individu-individu yang berada dalam kelompok tersebut. Masyarakat merupakan sebuah komunitas yang interdependen, yaitu saling ketertergantungan satu sama lain.

Dari pengertian diatas, dapat disimpulkan bahwa masyarakat adalah sekelompok orang yang hidup bersama, yang mendiami sutau wilayah serta memiliki sifat ketergantungan satu sama lain. Dari sifat social itulah mata rantai dari sebuah kehidupan agar bisa terjalin hubungan yang rukun antar sesama masyarakat.

Dalam sebuah keluarga perbedaan pendapat adalah hal yang sangat wajar atau lumrah , alangkah baiknya apabila diantara individu yang bersangkutan saling menghargai pendapat satu sama lain.

Ada sebuah keluarga yang dahulu adalah keluarga yang sangat bahagia.Kedua suami-istri itu hidup dengan serba berkecukupan. Mereka pada saat itu belum memiliki seorang anak.Sang ayah bekerja sebagai seorang pengusaha yang cukup dipandang didaerahnya sedangkan si ibu adalah sebagai seorang pengusaha yang bergerak di bidang tekstil ,namun pada saat si ibu sedang mengandung anak dari hubungan mereka timbul sebuah konflik yang disebabkan sang ayah menduakan istrinya lalu sang ibu meminta cerai. Akhirnya pada saat sang ibu dalam keadaan hamil 2 bulan keduanya bercerai dan mereka hidup terpisah jarak.Sang ibupun mencoba mangadu nasib datang kesebuah kota besar yang bermodalkan keahlian menjahitnya.Ternyata sang ibu bernasib baik ,teman semasa sang ibu sekolah tinggal di kota tersebut dan sang ibu diberikan sebuah rumah sederhana untuk tempat tinggalnya.

Sungguh ironis ketika sang ibu melahirkan anaknya ,anak itu sudah tidak mempunyai keluarga yang utuh seperti keluarga yang lainnya .Sang ibu terus berjuang sendirian demi untuk menghidupi dirinya dan anaknya itu.Kehidupan itupun terus berlangsung sampai suatu ketika sang anak sudah beranjak dewasa dan menanyakan sang ayah. Sang ibupun termenung sejenak dan menjelaskan dengan perlahan kepada anaknya.

Akhirnya anaknya pun mengerti akan keadaan ibunya.Mereka hidup dengan sangat sederhana sekali. Suatu ketika mereka diberikan cobaan rumah yang mereka tempati terbakar.Untungya sang anak dan sang ibupun pada saat kejadian tidak sedang berada dirumah ,mereka sedang menginap dirumah saudara mereka ,mendengar berita tersebut sang ibu menangis didepan anaknya yang masih tertidur karena kejadian kebakaran tersebut berlangsung pada malam hari.Setelah beberapa bulan kejadian kebakaran tersebut mereka terus menyongsong kehidupan ,sedikit demi sedikit sang ibu bisa membangun kembali rumahnya walaupun dengan keadaan yang serba pas-pasan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB III

PENUTUP

  1. 1.       Kesimpulan

Dari kisah yang saya ceritakan tersirat beberapa pesan yaitu hidup ini penuh akan cobaan dan Allah itu Maha Adil .Terkadang pepatah itu benar “Bumi itu Bulat” yang artinya tidak selamanya yang kaya akan kaya terus dan sebaliknya ,maka persiapkanlah diri kita dengan iman yang kuat agar bisa menjalani setiap cobaan yang dikasih oleh-Nya dengan sabar dan ikhlas.

  1. 2.      Saran

Janganlah kita puas dengan apa yang kita miliki saat ini sesungguhnya harta yang kita miliki saat ini adalah sebagian milik fakir miskin dan jangan menghambur-hamburkan uang yang kita miliki dengan mengikuti nafsu sesaat berfikirlah untuk masa depan alangkah lebih bijaksana apabila kita memasuki uang lebih untuk ditabung atau disumbangkan kepada yang membutuhkan.

SUMBER REFERENSI

  • Riwayat dari kisah fiktif dalam keluarga

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s